Artikel ini mendiskusikan fungsi partikel penegas bahasa Sunda yaitu téh, téa dan mah dan membahas posisinya dalam kalimat. Konstruksi kalimat dalam bahasa Sunda terbagi menjadi tiga jenis diantaranya kalimat kopular (berbasis kopula), kalimat eksistensial (berbasis kata keadaan), kalimat verbal (kerja). Artikel ini menggunakan metode deskriptif untuk menjabarkan data yang dikumpulkan dengan cara simak catat dan studi pustaka. Partikel téh, téa dan mah berfungsi untuk menegaskan frasa dan menempati posisi tengah dan akhir kalimat.
Copyrights © 2018