ABSTRAKSastra Jawa modern terus dikeluhkan bernasib buruk. Salahsatu indikasi nasib buruk sastra Jawa itu ialah lemahnya sistem kritik.Lemahnya sistem kritik itu terlihat jelas pada minimnya publikasi karya-karya kritik. Minimnya publikasi karya-karya kritik itu terjadi akibat tradisi kritik dalam masyarakat (sastra) Jawa belum berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu,agar kritik karya sastra Jawa modern berperan sekaligus mengembangkan sastra Jawa, kritik karya sastra Jawa itu perlu ditradisikan dan dikembangbiakkan dimasyarakat, termasuk di sekolah (SLTP,SLTA Perguruan tinggi/PT). Budaya dan pengembang ini perlu langkah dan tindakan nyata, tidak hanya sekadar diskusi ataupun temu sastra, seminar sastra maupun kongres satra, tapi juga perlu menampung produksi distribusi dan kontribusi buku-buku karya sasta Jawa modern secara nyata dan proporsional.Kontrbusi budaya kritik sastra di sekolah diharapkan dapat menjadi tradisi tulis sastradisamping secara langsung sebagaipembelajaran sastradi sekolah.Kritik sebagai pembelajaran,kritik sebagai kontrol sosial yang jadi media tulis karya anak-anak muda melelui ruang-ruang sastra seperti buletin sastra,majalah sastra atau majalah dinding yang ada salah satunya di sekolah-sekolah.
Copyrights © 2023