Enterobius vermicularis atau penyakit yang disebabkan oleh cacing kremi ditemukan tersebar luas pada anak balita. Cacing Enterobius vermicularis ini tidak hanya tersebar pada daerah yang memiliki iklim tropis saja, kurangnya personal hygine orang tua adalah salah satu penyebab anak kecacingan. Sehingga penyakit ini mengganggu anak saat tidur dan menyebabkan area anus menjadi gatal dan cacing Enterobius vermicularis bertelur di anus. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa ada tidaknya telur cacing Enterobius vermicularis pada anak usia 3-6 tahun di pasar 11 Desa Bandar khalipah. Jenis penelitian menggunakan teknik Purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 sampel, sampel yang diteliti sebanyak 20 orang dengan menggunakan bahan anal swab yang diperiksa langsung di Laboratorium Klinik DOCTOR'S LAB dengan menggunakan Mikroskop. Didapatkan hasil dari 20 sampel, terdapat 3 sampel (15%) yang terinfeksi telur cacing Enterobius vermicularis dan 17 sampel (85%) sampel yang negatif. Kasus Enterobiasis di Pasar 11 desa Bandar khalipah masih tinggi. Saran kepada orang tua agar memperhatikan anak dan memelihara hygine, selalu menjaga kebersihan anak seperti kuku hendaknya harus selalu dipotong pendek, tangan dicuci bersih sesudah bermain dan sebelum makan, memakai alas kaki saat bermain serta memberikan obat kepada anak yang sudah terinfeksi Enterobiasis.
Copyrights © 2023