This study aims to describe the environment and ecological messages contained in the novel Ronggeng Dukuh Paruk trilogy. This library research data uses library techniques with an eco-critical approach to the Greg Garrard model through reading neoconservatism. The results show that Ahmad Tohari has indirectly contributed to nature conservation through the mainstreaming of the green literature he has created. The environmental portraits drawn from this novel refer to environmental patterns of traditionality or local wisdom and modernity. The narrative of environmental preservation in the Ronggeng Dukuh Paruk novel trilogy is represented through an apocalyptic style. The description of environmental damage is presented in an anthropogenic style. The two styles show identical motives, namely as a preventive and curative step chosen by Ahmad Tohari to be involved in efforts to conserve the environment.Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan lingkungan hidup dan pesan ekologi yang terdapat dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Data riset kepustakaan ini menggunakan teknik pustaka dengan pendekatan ekokritik model Greg Garrard melalui pembacaan neokonservatisme. Hasilnya menunjukkan bahwa Ahmad Tohari secara tidak langsung memberi kontribusi bagi pelestarian alam melalui mainstreaming sastra hijau yang dikreasikannya tersebut. Potret lingkungan hidup yang tergambar dari novel ini merujuk kepada pola lingkungan tradisionalitas atau kearifan lokal dan modernitas. Narasi pelestarian lingkungan dalam trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk ini direpresentasikan melalui gaya apokaliptik. Adapun deskripsi kerusakan lingkungan disajikan dengan gaya antropogenik. Kedua gaya tersebut menunjukkan motif yang identik, yakni sebagai langkah preventif dan kuratif yang dipilih oleh Ahmad Tohari untuk terlibat dalam upaya mengonservasi lingkungan.
Copyrights © 2023