JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023

Makna Eskatologis di Balik Ritus Gren Mahe pada Masyarakat Dungan Tana AI

Yulius Candra Kasiwali (Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero (IFTK-Ledalero))



Article Info

Publish Date
21 May 2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami ritus Gren Mahe pada Masyarakat Dungan Tana Ai, (2) mengetahui makna eskatologis, (3) mengetahui makna eskatologis di balik ritus Gren Mahe pada Masyarakat Dungan Tana Ai. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif-kuantitatif. Objek yang diteliti adalah makna eskatologis di balik ritus Gren Mahe pada masyarakat Dungan Tana Ai. Wujud data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dan skunder dari hasil wawancara dengan para pemangku adat, tokoh masyarakat, Badan Pemerintah Desa (BPD) Timu Tawa dan masyarakat Dungan. Penulis juga menggunakan buku-buku refrensi yang berhubungan dengan ritus Gren Mahe. Berdasarkan analisis atas data yang dikumpulkan, maka diperoleh hasil bahwa ritus Gren Mahe sesungguhnya memiliki makna eskatologis sebagaimana dikonsepkan dalam ajaran Gereja Katolik. Makna eskatologi di balik ritus Gren Mahe dapat dicermati dengan melihat unsur-unsur eskatologi Katolik seperti kematian, pengadilan terakhir, api penyucian, kebangkitan, neraka dan surga. Paralesasi dan perbandingan antara unsur-unsur dalam ritus Gren Mahe dan makna eskatologi Katolik akan menghantar kita pada titik temu di mana terdapat persamaan yang jelas antara keduanya. Sejak masuknya Gereja Katolik di Dungan, pemahaman masyarakat tentang Gren Mahe perlahan-lahan diubah. Gereja melalui sejumlah pendekatan pastoral mengajak umat untuk meningkatkan iman dengan melihat makna terdalam di balik ritus Gren Mahe. Dengan demikian, ritus Gren Mahe mengantar iman masyarakat Dungan untuk percaya terhadap konsep hidup setelah kematian atau eskatologis. Selain itu, ritus Gren Mahe diyakini masyarakat Dungan sebagai serana komunikasi dengan Wujud Tertinggi (Tuhan) melalui perantaraan paraleluhur yang telah meninggal. Kesatuan dengan para leluhur adalah jalan untuk meretas relasi dengan Wujud Tertinggi (Tuhan) yang transenden dan melampaui kehidupan manusia. Oleh karena itu, ritus Gren Mahe patut mendapat perhatian serius dari seluruh masyarakat Dungan dan Gereja agar mampu membawa pemahaman yang tepat bagi umat dalam pengembangan imannya kepada Wujud Tertinggi (Tuhan).

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

jptam

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues ...