Masih terdapat peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang rendah yang disebabkan karena kurangnya penggunaan media pembelajaran matematika yang inovatif dan pembelajarannya bersifat konvensional sehingga menyebabkan peserta didik menjadi kurang aktif. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksperimen. Sebelum dilakukannya perlakuan pada kelas yang akan diteliti ( VIII-1 ) maka sebelumnya dilakukan pretest. Nilai dari hasil pretest terhadap pemecahan masalah matematis dengan nilai terendah 55 dan nilai tertinggi 88, nilai rata-rata (Y ?) 67,8. Nilai dari hasil pretest yang telah diberikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 80, nilai rata-rata (Y ?) 62,8. Nilai dari hasil posttest terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan nilai terendah 75 dan nilai tertinggi 100, nilai rata-rata (Y ?) 86,7. Nilai dari hasil posttest terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan nilai terendah 65 dan nilai tertinggi 97, nilai rata-rata (Y ?) 76,7. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada peserta didik. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih baik daripada model pembelajaran Problem Posing dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.
Copyrights © 2023