Penyakit Covid-19 yang mudah tersebar melalui kontak manusia membuat pemerintah Indonesia mengimbau masyarakatnya untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Sikap kepatuhan masyarakat terhadap diberlakukannya protokol kesehatan tersebut menghasilkan reaksi yang berbeda - beda karena terdapat dimensi budaya yang bervariasi. Penelitian ini menggunakan Teori Dimensi Budaya Hofstede untuk memahami nilai budaya dan pola perilaku pedagang Pasar Baru Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dimensi budaya pedagang pasar tradisional dengan kepatuhan akan protokol kesehatan Covid-19. Metode yang digunakan adalah survei d dan diperkaya oleh data kualitatif berupa wawancara dengan pengujian Rank Spearman. Unit analisis yang diteliti adalah individu pedagang Pasar Baru Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi budaya memainkan peran penting dalam inkonsistensi antau disonansi di kalangan para pedagang, dimana pengetahuan dan keyakinan akan pentingnya protokol kesehatan tidak diimbangi dengan perilaku sikap dan tindakan yang sejalan pengetahuan mereka, atau para pedagang berperilaku tidak konsisten dengan pengetahuan dan keyakinan yang dimilikinya. Mereka sangat selektif dalam menerapkan protoko l kesehatan, terbatas ada hal - hal yang tidak membatasi kebebasan mereka untuk memperoleh pendapatan. Kebijkan inklusif yang memberikan kompensasi penapatan baru di luar usaha mereka niscaya akan memperkuat kepatuhan mereka pada protokol kesehatan Covid - 19.
Copyrights © 2023