Abstract: This research delves into the Hikayat Dipanegara Manuscript (Roll. 17, No. 23), written by Prince Dipanegara, from a philological standpoint to unravel the prince's thoughts. The philological method encompasses five steps, namely (1) Inventory of manuscripts, (2) Description of manuscripts, (3) Manuscript review, (4) Text overwriting and editing, which is accompanied by a selected manuscript criticism apparatus, and (5) Text translation. This approach facilitates researchers in studying the Hikayat Dipanegara Manuscript. The methodology employed in this study is content analysis. The results demonstrate that the manuscript revolves around three primary themes: (1) Prince Dipanegara's endeavors to expound upon the pillars of Islam and fiqh (Islamic jurisprudence), according to the Syafi'i school of thought, originating from kitab kuning, such as Fatḥ al-Qarīb and Taqrīb; (2) The manuscript's significance to Prince Dipanegara's army; and (3) A brief autobiography of Prince Dipanegara.Abstrak: Riset ini mengkaji Naskah Hikayat Dipanegara (Rol. 17, No. 23) karya Pangeran Dipanegara. Dengan perspektif filologi, kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemikiran Pangeran Dipanegara. Metode filologi meliputi: (1) Inventarisasi naskah; (2) Deskripsi naskah; (3) Review naskah; (4) penyuntingan dan kritik naskah; (5) Penerjemahan naskah. Langkah ini digunakan untuk memudahkan peneliti dalam mempelajari Naskah Hikayat Hikayat Dipanegara. Analisis yang digunakan adalah analisis isi (content analysis). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga topik utama yang didiskusikan pada manuskrip: (1) Upaya Pangeran Dipanegara untuk menjelaskan rukun Islam dan hukum fikih Islam menurut mazhab Imam Syafi'i yang bersumber dari kitab kuning seperti Fatḥul Qarīb dan Taqrīb; (2) Kedudukan atau fungsi naskah bagi Pasukan Pangeran Dipanegara; (3) Biografi singkat Pangeran Dipanegara.
Copyrights © 2022