Latar belakang: Kolostrum merupakan cairan piscous kental dengan warna kekuning-kuningan dan lebih kuning dibandingkan susu yang matur. Kolostrum dikonsumsi bayi sebelum Air Susu Ibu (ASI) sebenarnya. Dalam dua minggu pertama setelah melahirkan, kolostrum akan berkurang secara perlahan dan akhirnya akan digantikan oleh ASI sebenarnya. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel diambil secara Accidental sampling berjumlah 30 ibu nifas yang mempunyai bayi usia ≤ 1 minggu baik yang sedang dirawat atau melakukan kunjungan ulang di Rumah Bersalin Mitra Ananda Palembang. Metode pengambilan data dengan melakukan wawancara secara langsung kepada responden menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Penelitian dilakukan pada bulan September-Desember 2019. Hasil: hasil uji statistik variabel pengetahuan ibu nifas diperoleh p value (0,181) menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu nifas dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir sedangkan pada variabel sikap ibu nifas di peroleh p value (0,033) menunjukkan ada hubungan antara sikap ibu nifas dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Saran: Rumah bersalin dapat meningkatkan upaya promotif dalam memberikan pendidikan kesehatan yang berkesinambungan tentang pentingnya pemberian kolostrum pada bayi baru lahir yang dapat dilakukan oleh bidan dari masa antenatal care. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap Ibu Nifas, Pemberian Kolostrum
Copyrights © 2020