Krud mangostin merupakan metabolit sekunder golongan xanton dari kulit buah manggis (Garcinia mangostana, L.). α-mangostin merupakan salah satu komponen terbesar dalam krud mangostin yang memiliki sifat praktis tidak larut di dalam air. Pembentukan kokristal bertujuan untuk mengetahui karakteristik kokristal yang terbentuk dengan koformer asam sitrat pada metode liquid assisted grinding dengan perbandingan mol 1:1. Karakterisasi kokristal dilakukan dengan analisa gugus fungsi pada spektrofotometri infra merah, uji titik leleh dengan automatic melting point, penentuan pola difraksi kristalografi dengan PXRD, dan penentuan morfologi kokristal menggunakan SEM yang selanjutnya diuji kelarutannya dalam air. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa kokristal terbentuk melalui ikatan supramolekul homosinton antara gugus pendonor hidrogen dari asam sitrat dan gugus aseptor dari krud mangostin disertai dengan adanya penurunan titik leleh menjadi 129,7oC. Pola difraksi sinar-X kokristal menunjukkan pola difraktogram yang memiliki kristanilitas rendah sebagai fasa kokristal. Morfologi permukaan kokristal yang teramati menunjukkan perubahan berupa sebuah partikel yang terdiri dari partikel-partikel yang menyatu dengan permukaan kasar dan tepi yang beraturan disertai adanya pori. Kokristal krud mangostin dapat meningkatkan kelarutan krud mangostin dari 2,080±0 µg/mL menjadi 2,228±0,030 µg/ mL. Berdasarkan beberapa karakteristik tersebut krud mangostin dan koformer asam sitrat dapat membentuk kokristal dengan peningkatan kelarutan dari krud mangostin sebesar 1,071±0,014 kalinya.
Copyrights © 2023