Saat ini banyak pasangan yang memutuskan untuk berpisah atau bercerai, karena tujuan pernikahan yang berbeda-beda. Ada yang menikah karena ingin memiliki keturunan, akhirnya ketika tidak memiliki keturunan salah satu memilih untuk selingkuh. Ada yang ingin menikah agar bahagia, sehingga ketika tidak menemukan kebahagiaan lagi dalam pernikahan, memilih untuk mencari kebahagiaan pada orang lain yang dianggap bisa membuat bahagia. Alasan lain ialah supaya ada yang mengurus, sehingga ketika salah satu tidak menjalankan tugas dengan baik, pasnagan mulai marah dan melakukan kekerasan terhadap pasangan secara verbal dan non verbal. Tetapi juga pasangan yang tetap memaksakan kehendak untuk menikah meski tahu bahwa pasangannya itu kasar, sehingga saat menikah dan dikasari memilih untuk berpisah atau bercerai. Padahal hal-hal seperti ini harus benar-benar diselesaikan sebelum menikah. Sebab ketika sudah ada di dalam pernikahan setiap pasangan harus berkomitmen dengan pilihan yang telah dipilih. Oleh karena itu, sebaiknya pastoral pranikah dilakukan dengan jangka waktu yang panjang bukan dua atau satu hari saja. Sehingga setiap pasangan benar-benar menerima pengajaran yang lengkap yang dapat membantu mereka menjalani hidup berumah tangga. Lokus penelitian yang peneliti pilih adalah di wilayah pelayanan Klasis GKI Port Numbay Rayon C. Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana bentuk pelayanan pastoral prranikah yang dilakukan Klasis GKI Port Numbay Rayon C ? Apakah pelayanan pastoral pranikah yang dilakukan oleh Klasis GKI Port Numbay Rayon C sudah berjalan dengan efektif? Metode penelitian yang digunakan adalah Metodologi Penelitian Deksriptif Kualitatif.
Copyrights © 2023