Noya, Kathleen Grace
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pelayanan Pastoral Pranikah di Klasis GKI Port Numbay Rayon C: Effectiveness of Premarital Pastoral Care in Klasis GKI Port Numbay Rayon C Noya, Kathleen Grace
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 1 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v4i1.108

Abstract

Saat ini banyak pasangan yang memutuskan untuk berpisah atau bercerai, karena tujuan pernikahan yang berbeda-beda. Ada yang menikah karena ingin memiliki keturunan, akhirnya ketika tidak memiliki keturunan salah satu memilih untuk selingkuh. Ada yang ingin menikah agar bahagia, sehingga ketika tidak menemukan kebahagiaan lagi dalam pernikahan, memilih untuk mencari kebahagiaan pada orang lain yang dianggap bisa membuat bahagia. Alasan lain ialah supaya ada yang mengurus, sehingga ketika salah satu tidak menjalankan tugas dengan baik, pasnagan mulai marah dan melakukan kekerasan terhadap pasangan secara verbal dan non verbal. Tetapi juga pasangan yang tetap memaksakan kehendak untuk menikah meski tahu bahwa pasangannya itu kasar, sehingga saat menikah dan dikasari memilih untuk berpisah atau bercerai. Padahal hal-hal seperti ini harus benar-benar diselesaikan sebelum menikah. Sebab ketika sudah ada di dalam pernikahan setiap pasangan harus berkomitmen dengan pilihan yang telah dipilih. Oleh karena itu, sebaiknya pastoral pranikah dilakukan dengan jangka waktu yang panjang bukan dua atau satu hari saja. Sehingga setiap pasangan benar-benar menerima pengajaran yang lengkap yang dapat membantu mereka menjalani hidup berumah tangga. Lokus penelitian yang peneliti pilih adalah di wilayah pelayanan Klasis GKI Port Numbay Rayon C. Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana bentuk pelayanan pastoral prranikah yang dilakukan Klasis GKI Port Numbay Rayon C ? Apakah pelayanan pastoral pranikah yang dilakukan oleh Klasis GKI Port Numbay Rayon C sudah berjalan dengan efektif? Metode penelitian yang digunakan adalah Metodologi Penelitian Deksriptif Kualitatif.
The Weekend Pastor: A Christian Spirituality Analysis from the context of the GKI Kemtuk Gresi in Papua Noya, Kathleen Grace; Haryono, Stefanus Christian
ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Program Pascasarjana UKIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/arumbae.v7i1.1594

Abstract

This article aims to discuss the meaning of the calling as a pastor in the context of the GKI Kemtuk Gresi in Papua. A pastor is called and sent by God to serve the congregations. Service to the congregation is holistic, encompassing all dimensions of human life. However, this service cannot be fully implemented if the pastor is not in the midst of the congregation's struggles full time. This study discusses the phenomenon of weekend pastors, who visit the congregation only on Saturdays and Sundays. With a qualitative approach and using a holistic and transformative Christian spirituality perspective, this study describes the reality of weekend pastors, and constructs the concept of a pastor's spirituality. The study revealed that love for the calling is the main foundation that supports pastors amidst the pressures of ministry. However, separation from family, emotional exhaustion, and lack of support from the church community can erode this sense of calling. Thus, pastor spirituality must be fostered holistically, including relationships with God, self, family, and congregation. Referring to the insights of Henri Nouwen and Flora Slosson Wuellner, this article emphasizes the need for soul care, inner healing, and community support to maintain authentic and liberating ministry. Holistic and transformative spirituality not only prevents spiritual burnout but also strengthens the transformative impact of ministry on the lives of the congregation.