Salah satu prinsip dan tujuan mendasar dari kearsipan adalah memberikan akses dan ketersediaan pada masyarakat terkait layanan kearsipan. Dalam memenuhi kewajiban ini dengan membantu masyarakat untuk memahami fungsi arsip melalui sebuah pameran. Pada kenyataannya, sejak awal tahun 2020 dunia termasuk Indonesia dihadapkan pada situasi Pandemi COVID-19. Di mana dampak dari situasi ini mempengaruhi aktivitas manusia dan mengharuskan adanya pembatasan secara sosial. Menanggapi situasi ini diperlukan adanya upaya masif dalam menyediakan pameran sebagai program publik kearsipan. Tantangan yang dihadapi dari Pandemi COVID-19 tentu berhubungan dengan peran dan keberhasilan tujuan pameran arsip itu sendiri. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan suatu upaya dengan mendorong inovasi teknologi dan rangkaian acara atau program yang ditawarkan melalui pameran arsip virtual. Oleh karena itu, subjek dalam penelitian ini adalah divisi acara, artistik, kurasi, dan desain dokumentasi dari Kreativitas Mahasiswa Kearsipan (KERTAS) yang berhubungan langsung dengan studi kasus penelitian. Secara khusus, penelitian ini juga menganalisis objek terkait pemanfaatan website pameranarsip.sv.ugm.ac.id, instagram @kertas_ugm, dan kanal youtube dari pameran arsip virtual KERTAS. Dalam studi kasus penelitian ini akan menelaah terkait virtual reality tours (konsep 3D mapping) sebagai inovasi dan program yang diberikan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dua tingkat, yakni secara fisik dan manusia. Di mana metode ini menganalisis pada aspek visualisasi dan pengalaman bagi pengunjung pameran. Berdasarkan hasil analisis wawancara, observasi, dan analisis dua tingkat dapat diketahui bahwa aspek fisik konsep 3D mapping dan program KERTAS khususnya fungsi dan tujuan pameran arsip virtual sebagai sumber pengetahuan dapat tercapai, namun dari aspek manusia masih perlu dioptimalkan. Mengingat pengunjung sebagai tolak ukur keberhasilan dalam sebuah pameran harus diperhatikan. Dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan pameran arsip virtual tidak hanya mengedepankan aspek fisik saja, namun aspek manusia sebagai pengunjung dan penikmat pameran juga harus dipertimbangkan dan menjadi perhatian khusus dalam implementasinya.
Copyrights © 2022