Abad ke-20, kesehatan masyarakat Jawa mulai menunjukkan perubahan. Tingkat mortalitas penduduk di Jawa akibat penyakit dan wabah mulai berkurang. Salah satunya adalah peran dari pelayanan farrmasi sebagai langkah kuratif maupun preventif dari pemerintah. Apotek adalah tempat pelayanan farmasi. Tulisan ini menjelaskan perkembangan apotek sebagai sebuah instansi kesehatan di Jawa yang dijelaskan menggunakan metode sejarah. Tahapan metode sejarah dilakukand engan empat tahap, yakni heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sumber yang digunakan untuk menjelaskan hal tersebut adalah majalah farmasi, pharmaceutische tijdschrift voor nederlandsch indie, buku sejaman, serta sumber yang didapatkan dari informasi elektronik melalui laman delpher.nl serta kitlv.nl. Berdasarkan hasil penulusuran sumber dan hasil kritik serta interpretasi menunjukkan bahwa apotek merupakan salah satu fasilitas untuk penunjang kesehatan masyarakat di Jawa. Apotek berkembang di Jawa sejak adanya peraturan pemerintah staadblad No. 97 Tahun 1882. Apotek dikembangkan oleh apoteker Belanda dengan menyediakan obat kimia yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Tidak lupa, apotek menggunakan majalah, Koran untuk promosi serta propaganda terhadap masyarakat dalam mengkonsumsi obat-obatan kimia. Oleh karena itu, apotek menjadi garda terdepan pertukaran budaya kesehatan modern dalam masyarakat Jawa.
Copyrights © 2023