Seorang sarjana Barat bernama Joseph Schacht, seorang orentalis berdarah Yahudi, pada tahun 1950 muncul menerbitkan hasil penelitiannya dalam bidang hadis. Konon penelitiannya itu memakan waktu 10 tahun. Karya tersebut bagi para orientalis adalah menjadi karya yang dianggap penting. Pandangan miringnya yang tidak mengakui keabsahan sanad hadis yang ia ulas di dalam bukunya beruaha menggiring pembacanya untuk mengabaikan bukti-bukti yang menjelaskan tentang otentisitas sistem isnad dalam kajian kesarjanan muslim. Merespon pandangan tersebut, seorang ulama hadis kontemporer bernama Muhammad Mustafa Al- A’zhami tampil memberikan sanggahan terhadap kekeliruan-kekeliruan pemikiran pengkaji hadis dari kalangan orentalis, khususnya kekeliruan-kekeliruan Schacht tentang sistem isnad tersebut. Tulisan ini menyuguhkan pemikiran Schacht dan bantahan A’zhami atasnya lewat pendekatan kualitatif. Menariknya, bangunan pemikiran Schacht berhasil dirubuhkan oleh A’zhami.
Copyrights © 2022