Muhammad Yunan
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

‘Allamah al-Tabataba‘i dan Tafsir al-Mizan Fi Tafsir al-Qur’an : (Suatu Tinjauan Manhaj Tafsir) Muhammad Yunan
PAPPASANG Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.429 KB) | DOI: 10.46870/jiat.v3i1.73

Abstract

‘Allamah Sayyid Muhammad Tabataba‘i adalah seorang ulama tafsir yang memiliki nasab bersambung langsung dengan Nabi Muhammad saw. Lahir di Tabriz pada tahun 1271 H/ 1892 M dan wafat pada bulan November 1981 M di kota Qum. Ia menulis kitab tafsir al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an yang terdiri dari 20 jilid. Sebagai ulama tafsir, ‘Allamah al-Tabataba‘i, menjelaskan bahwa metode menafsirkan Alquran dengan Alquran adalah metode yang ideal. Menurutnya, lewat bukti verbal kita mengetahui bahwa Alquran sendiri mengabsahkan sabda dan penafsiran nabi saw, dan begitu pula nabi saw pun mengabsahkan penafsiran Ahlulbaitnya. Dalam menulis kitab tafsirnya, ia menempuh metode tafsir tahlili dalam menyusun kitab tafsirnya dengan menyajikan corak tafsir yang beragam yang mencakup sejarah, riwayat, irfan, filsafat, fiqhi, bahasa dll.  
NUZULUL QUR’ AN DAN ASBABUN NUZUL Muhammad Yunan
AL-MUTSLA Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Al Mutsla Juni 2020
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.536 KB) | DOI: 10.46870/jstain.v2i1.33

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian nuzulul Qur’an dan asbabun nuzul sebagai pintu pengetahuan yang mengungkap hubungan di seputar teks dan realitas yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam memahami kandungan ayat Al-Quran sebagai pedoman hidup. Al-Quran sebagai wahyu yang diturunkan secara berangsur-angsur, maka upaya memahami keadaan yang sebenarnya menyangkut peristiwa yang meliputi ayat al-Quran ketika diturunkan kepada Nabi SAW adalah penting dan tidak boleh diabaikan dalam mengungkap isi kandungannya. Kajian nuzulul Qur’an dan asbabun nuzul mampu mengantarkan seorang mufassir pada pemahaman yang benar dengan memahamai kandungan teks dan keadaan yang menyertai peristiwa yang terjadi ketika Al-Quran diturunkan.
MANHAJ IMAM AL-DARUQUTNI DALAM KITAB SUNAN-NYA Muhammad Yunan
AL-MUTSLA Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Al Mutsla Desember 2021
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v3i2.86

Abstract

Al-Daruqutni adalah seorang pemuda yang menghabiskan usianya untuk belajar hadis di daerahnya, serta mengadakan perlawatan ilmu ke berbagai kota pusat pengkajian hadis. Usahanya akhirnya menghasilkan sejumlah hasil karya. Sampai usia 80 tahun, ia persembahkan hidupnya untuk agama dan mendapat gelar amir al-mu’minin fi al-hadis. Salah satu karya monumentalnya adalah kitab Sunan al-Daruqutni, yang menjadi perhatian sarjanawan pemerhati hadis. Dalam tulisan ini, penulis akan mengulas bagaimana manhaj Imam al-Daruqutni dalam kitab sunan-nya. Tujuannya untuk memperkenalkan manhaj yang digunakan oleh al-Daruqutni dalam menyusun kitab hadis. Tulisan ini menggunakan metode library research dengan pendekatan historis untuk menelaah biografi dan manhaj yang digunakan al-Daruqutni.
JOSEPH SCHACHT DAN SISTEM ISNAD: Pandangannya dan sanggahan A‘zhami terhadapnya Muhammad Yunan
AL-MUTSLA Vol. 4 No. 2 (2022): Al Mutsla : Jurnal Al Mutsla Desember 2022
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang sarjana Barat bernama Joseph Schacht, seorang orentalis berdarah Yahudi, pada tahun 1950 muncul menerbitkan hasil penelitiannya dalam bidang hadis. Konon penelitiannya itu memakan waktu 10 tahun. Karya tersebut bagi para orientalis adalah menjadi karya yang dianggap penting. Pandangan miringnya yang tidak mengakui keabsahan sanad hadis yang ia ulas di dalam bukunya beruaha menggiring pembacanya untuk mengabaikan bukti-bukti yang menjelaskan tentang otentisitas sistem isnad dalam kajian kesarjanan muslim. Merespon pandangan tersebut, seorang ulama hadis kontemporer bernama Muhammad Mustafa Al- A’zhami tampil memberikan sanggahan terhadap kekeliruan-kekeliruan pemikiran pengkaji hadis dari kalangan orentalis, khususnya kekeliruan-kekeliruan Schacht tentang sistem isnad tersebut. Tulisan ini menyuguhkan pemikiran Schacht dan bantahan A’zhami atasnya lewat pendekatan kualitatif. Menariknya, bangunan pemikiran Schacht berhasil dirubuhkan oleh A’zhami.