Manajemen nyeri merupakan suatu proses atau tindakan keperawatan yang dilakukan baik secara kolaboratif ataupun secara individu pada pasien pasca pembedahan guna mengontrol atau mengurangi nyeri serta mengendalikan rasa nyeri yang di rasa oleh pasien.. Manajemen secara individu dapat dilakukan dengan cara mengajarkan teknik distraksi dan relaksasi berupa nafas dalam dan teknik pengalihan perhatian guna mengurangi resiko nyeri pada pasien (Tamsuri, 2017). Nyeri dapat diatasi dengan beberapa terapi non farmakologis yaitu teknik relaksasi hand message dan relaksasi nafas dalam. Adapun, relaksasi nafas dalam adalah suatu bentuk asuhan keperawatan yang dilakukan perawat dalam mengajarkan klien dilakukan selama 10 menit setiap harinya dengan lima kali pengulangan. Selain itu, dapat menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan hormon endorfin dan meningkatkan oksigenasi darah (Arfa, 2014). Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk mengurangi intensitas nyeri yang dirasakan pasien post SC dan memandirikan pasien dan keluargauntuk dapat melakukan sendiri terapi hand massage yang diberikan. Metode yang dilakukan adalah dengan menjelaskan tentang hand massage , memberikan terapi pada pasien dan dan redemontrasi oleh pasien post sectio cesaria (SC) dan keluarga yang berjumlah 24 orang, dilakukan selama satu minggu pada pasien post SC yang dirawat di ruang kebidanan RSUD Dr. Rasidin Kota Padang. Kegiatan ini mampu mengurangi nyeri yang dirasakan pasien dan pasien mampu melakukan secara mandiriterapi hand massage yang diberikan. Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan terapi non farmakologi pada pasien post SC dalam mengurangi nyerinya.
Copyrights © 2023