Jurnal Medika Hutama
Vol. 4 No. 03 April (2023): Jurnal Medika Hutama

REAKSI ANAFILAKSIS AKIBAT OBAT PARASETAMOL

Adrian Adinata Candra (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Apr 2023

Abstract

anafilaksis adalah sindroma klinik (kompleks gejala) yang timbul secara mendadak sebagai akibat perubahan permeabilitas vaskuler dan hiperaktivitas bronkial karena kerja dari mediator – mediator endogen yang dihasilkan oleh sel – sel mast dan basofil akibat stimuli antigen. Di Amerika Serikat diperkirakan 1-2% pasien yang disuntik dengan antibiotik mengalami reaksi anafilaksis dan 400-800 di antaranya meninggal per tahun. 15% dari populasi Amerika Serikat mempunyai risiko untuk reaksi anafilaksis. Insiden kasus anafilaksis yang dicetuskan oleh obat diperkirakan 0,04 hingga 3,1 % dan reaksi anafilaksis yang di picu oleh obat ini bertanggungjawab untuk 1 dari 4000 kasus di unit gawat darurat. Fatality rate mencapai 0,65%. Sebagian besar obat yang memicu terjadinya anafilaksis adalah golongan antibiotik dan NSAID, 48.7–57.8% of insiden reaksi anafilaksis dipicu oleh penggunaan NSAID, dan 14,3% insiden reaksi anafilaksis dipicu oleh penggunaan antibiotik golongan beta lactam terutama amoxicillin. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan untuk obat lain dapat memicu terjadinya reaksi anafilaksis. Berikut akan kami laporkan suatu kasus anafilaksis akibat obat yang tidak biasa yaitu parasetamol

Copyrights © 2023