Dari kota Wuhan, China menjelang akhir tahun 2019 dimana penyebarannya terjadi dengan cepat dan menimbulkan bahaya pandemi lainnya ( Masyah, 2020). WHO menganggap virus corona sudah diatur sebagai pandemi. Secara internasional pada 11 November 2020, jumlah 50.810.763 kasus yang dikonfirmasi dicatat dengan 1.263.844 kematian diumumkan (CFR 2,48%). Coronavirus pada dasarnya telah mengubah perilaku sosial individu hanya dalam hitungan bulan. Stigma tentang virus corona mulai muncul. Mulai dari pemecatan hingga mengkorbankan individu yang terjangkit virus corona, seperti pekerja kesehatan, pasien, anggota keluarga pasien, bahkan jenazah orang yang terjangkit virus corona (Ridlo, 2020) Pada tanggal 02 Maret 2020 Indonesia mengkonfirmasi kasus pertama virus corona dengan 2 kasus awal. Menjelang akhir Maret 2020, tim Coronavirus memberikan aturan untuk media reaksi cepat dan perspektif kesejahteraan umum yang diidentifikasi dengan penularan Coronavirus di Indonesia ( Masyah, 2020). Ditemukannya masyarakat Indonesia yang terkonfirmasi Covid-19 yang dapat menyebabkan kesehatan mental pada masyarakat. Gangguan kesehatan mental yang paling banyak dikenal adalah kecemasan dan depresi. Pada batasnya, individu dengan masalah yang berat kemungkinan besar tidak dapat bangun atau merawat dirinya sendiri secara aktual dan individu dengan masalah kegelisahan tertentu kemungkinan besar tidak akan dapat keluar dari rumah atau mungkin memiliki kebiasaan kebiasaan untuk membantu meringankan rasa takut. Dampak pandemi virus corona terhadap kesehatan mental. Menurut WHO (2020) munculnya pandemi menyebabkan stress pada masyarakat. Meskipun sejauh ini belum ada survei yang disengaja tentang efek virus corona terhadap kesejahteraan psikologis, berbagai penyelidikan yang diidentifikasi dengan pandemic justru memengaruhi kesehatan emosional penderitanya (Puji Asmaul Chusna etall, 2020). Masyarakat menjadi semakin p anik d an takut karena pasien yang terjangkit terus bertambah dan menyebar ke luar dari China termasuk Indonesia. Terdapat kurang lebih 200 negara yang telah terjangkit virus ini. Negara dengan kasus konfirmasi terbanyak yaitu Amerika Serikat dengan kurang lebih 186.046 kasus, lalu Italia dengan 105.792 kasus, dan Spanyol dengan 95.923 kasus pada tahun 2020. Kehadiran wabah atau virus ini memberikan dampak atau pengaruh pada masyarakat Indonesia, bukan hanya dampak yang terjadi pa da k esehatan fisik, akan tetapi kondisi psikologis setiap invidu dan masyarakat ikut terpengaruh juga. Brook dkk (2020) mengungkapkan bahwa ada beberapa dampak psikologi ketika pandemi terjadi yang dirasakan oleh masyarakat seperti gangguan stress pasca trauma (Post Traumatic Stress Disorder), kegelisahan, kebingungan, ketakutan akan afaksi, frustasi, insomania, dan merasa diri tidak berdaya. Adapun kondisi paling parah pada seseorang adalah munculnya kasus xenofobial, bahkan kasus bunuh diri sering kali terjadi karena sebagian orang takut terinfeksi oleh virus yang dianggap paling mematikan itu. Berdasarkan analisis dan kajian yang telah dilakukan penulis, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa COVID-19 membawa pengaruh terhadap kesehatan mental masyarakat di wilayah pondok ranggon.
Copyrights © 2021