Abstrac The most frequently violated standard clauses are found in life insurance policies, which in essence have transferred the responsibility of business actors to the insured or insurance policy holder as an insurance consumer. This has clearly violated the justice of the insurance consumer community, which should be protected by a policy. This standard form of insurance policy is made unilaterally by business actors or insurers for reasons of economy and time efficiency and is accepted and used by the public. The position of the insurance company is higher than the insured. Because the insured is weak in education, economy, and bargaining power, compared to entrepreneurs who provide consumer products. The problems that have been formulated are as follows:1. What is the standard form of life insurance clauses in Indonesia?2. What is the form of legal protection for the policyholder against the application of the standard life insurance clause? In this study, the authors used normative legal research or library legal research, namely the methods used in legal research by examining existing literature. Normative legal research is legal research that examines written law with various aspects such as theory, history, comparison, structure and composition, scope and material, consistency, general explanation and explanation of each article, formality and binding provisions of a statute. Based on the results of the research, it was found that "Business actors are required to adjust standard clauses that are contrary to this law". In agreements, generally agreements made by the parties are not bound in certain forms. The legal relationship that arises between parties who bind themselves to each other, provides legal consequences that must be obeyed and carried out by both parties, the birth of this relationship begins with an agreement with the goals to be achieved.Keywords: insurance, policy, claims. Abstrak Klausula baku yang paling banyak dilanggar terdapat dalam polis asuransi jiwa yang esensinya secara mendasar telah mengalihkan tanggung jawab pelaku usaha kepada tertanggung atau pemegang polis asuransi sebagai konsumen asuransi. Hal ini jelas telah melanggar keadilan masyarakat konsumen asuransi yang dengan adanya polis seharusnya lebih dilindungi. Polis asuransi yang berbentuk baku ini dibuat sepihak oleh pelaku usaha atau penanggung dengan alasan ekonomis dan efisiensi waktu dan diterima serta dipakai oleh masyarakat. Kedudukan perusahaan asuransi lebih tinggi dari tertanggung. Karna tertanggung lemah dalam pendidikan, ekonomis, dan daya tawar, dibandingkan dengan pengusaha penyedia produk konsumen. Adapun masalah yang telah dirumuskan adalah sebagai berikut :Bagaimana bentuk pengaturan klausula baku asuransi jiwa di Indonesia ?Bagaimana bentuk perlindungan hukum pemegang polis terhadap penerapan klausula baku asuransi jiwa ? Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian hukum normatif atau penelitian hukum kepustakaan, yaitu cara yang dipergunakan di dalam penelitian hukum dengan meneliti bahan pustaka yang ada. Penelitian hukum normatif adalah penelitian hukum yang mengkaji hukum tertulis dengan berbagai aspek seperti teori, sejarah, perbandingan, struktur dan komposisi, lingkup dan materi, konsistensi, penjelasan umum dan penjelasan pada tiap pasal, formalitas dan ketentuan mengikat suatu perundangan. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan hasil bahwa “Pelaku usaha wajib menyesuaikan klausula baku yang bertentangan dengan undang-undang ini”. Dalam perjanjian, pada umumnya perjanjian yang dilakukan oleh para pihak tidak terikat dalam bentuk-bentuk tertentu. Hubungan hukum yang timbul pada para pihak yang saling mengikatkan diri, memberikan konsekuensi hukum yang harus ditaati dan di jalankan oleh kedua belah pihak tersebut, lahirnya hubungan tersebut berawal dari adanya kesepakatan dengan tujuan yang akan dicapai.Kata kunci : asuransi, polis, klaim
Copyrights © 2023