Penelitian ini dilatarbelakangi tentang seorang anak tuangrahita ringan yang mengalami kesulitan pada motorik halus seperti meremas kertas, menempel, menggunting, menggambar. Ketika peneliti melakukan pengamatan pada saat pembelajaran keterampilan dimana anak mewarnai gambar hingga keluar garis dan tidak rapi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa lego dapat meningkatkan motorik halus anak tunagrahita ringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian subjek tunggal/Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Mengukur dan mengumpulkan data pada kondisi baseline (A1), memberikan intervensi (B) dengan menggunakan lego, dan kondisi baseline (A2). Teknik analisis data menggunakan analisis visual grafik. Pengukuran variabel dengan menggunakan persentase dari jumlah item instrumen. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan motorik halus secara positif, dimana pada kondisi baseline (A1) dan intervensi (B) Overlap adalah 0 % dan pada kondisi baseline (A2) dan intervensi (B) Overlap adalah 50 %. Semakin kecil persentase Overlap, maka semakin baik pengaruh intervensi yang dilakukan terhadap perubahan tingkah laku. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa lego dapat meningkatkan motorik halus anak tunagrahita ringan.
Copyrights © 2020