Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia dengan total produksi sebesar 593.832 ton. Dengan luasnya areal perkebunan kakao ini, buah kakao yang dihasilkan juga cukup melimpah. Diambil dari buah kakao adalah bijinya, sedangkan buahnya hanya menjadi limbah. Jika hal ini dibiarkan akan menimbulkan masalah lingkungan, bau yang menyengat, dan penyebaran penyakit pada tanaman kakao. Kulit buah kakao memiliki proporsi terbesar dari total massa buah kakao segar, yaitu sekitar 67%. Buah kakao kaya akan protein, serat dan komponen bioaktif. Komponen bioaktif tersebut termasuk senyawa polifenol yang dapat bermanfaat sebagai antioksidan. Antioksidan sendiri merupakan molekul yang dapat mencegah proses oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas ini merupakan molekul yang mampu merusak struktur sel, sehingga jika tidak ada warna akan segera menimbulkan berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, jantung, penuaan dini dan berbagai penyakit lainnya. Kulit buah kakao memiliki potensi besar dan dapat digunakan sebagai sumber antioksidan alami yang terbarukan.
Copyrights © 2020