Kemajuan dan kejayaan suatu bangsa tak lepas dari peran generasi penerus yang kelak membawa nama harum bangsa ini pada tingkat dunia. Karenanya peran generasi muda, sangat menentukan maju mundurnya bangsa ini. Bagaimana membentuk generasi yang tangguh, tak lepas dari program pendidikan dan pembinaan sejak mereka masih kanak-kanak. Pada masa inilah mental dan kemampuan berfikir anak-anak harus dapat dibentuk dengan sebaik-baiknya.
Dengan adanya otonomi daerah, pemerintah daerah Jawa Timur melalui Perda no. 32/2000 membuka babakan baru yang ditandai dengan pergeseran paradigma lama, yaitu konsep pembinaan dengan pendekatan âTop Downâ yang sentralistis menjadi konsep pembinaan dengan pendekatan âBottom Upâ yang desentralisasi. Perubahan ini akan membuka lebar partisipasi publik untuk membangun olahraga nasional melalui pemberdayaan generasi muda dan olahraga di daerah masing-masing.
Program olahraga yang berbasis IPTEK ini akan diupayakan untuk terus dikembangkan sesuai dengan kemampuan yang ada terutama selain bertujuan membina para pelajar berbakat di bidang olahraga, juga ingin menjadikan para anak-anak tersebut kelak juga memiliki kepandaian ilmu pelajaran di sekolah. Karena itu merupakan persyaratan penting masuk seleksi dalam program tersebut, pelajaran tersebut juga memiliki prestasi belajar atau akademik yang cukup baik.
Copyrights © 2013