Kebutuhan pangan pokok berupa beras penduduk Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Menurut data BPS tahun 2016, tingkat konsumsi beras nasional rata-rata adalah sebesar 139 kg/kapita/tahun. Tingkat konsumsi ini melebihi tingkat konsumsi beras dunia yang berkisar 80 sampai dengan 90 kg/kapita/tahun. Faktor utama yang mendorong tingginya konsumsi adalah jumlah penduduk yang besar. Ditambah lagi dengan semakin meluasnya wilayah yang penduduknya mengkonsumsi beras sebagai makanan utamanya. Selain itu, tingginya konsumsi beras di Indonesia juga dikarenakan adanya budaya makan rakyat Indonesia yang merasa belum makan jika belum mengkonsumsi nasi, meskipun kebutuhan karbohidratnya sudah dipenuhi dari makanan lain. Penelitian dilakukan di Kota Pasir Pengaraian dengan subjek penelitian adalah masyarakat Kota Pasir Pengaraian yaitu konsumen yang pernah membeli beras impor komersial Bulog. Kota Pasir Pengaraian. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti (Riduwan dan Kuncoro, 2011:37). Populasi penelitian ini adalah para konsumen yang pernah membeli beras komersial Bulog di wilayah Kota Pasir Pengaraian. Mengacu pada saran Hair (dalam Ferdinand, 2002) bahwa ukuran sampel minimum yang digunakan dalam penelitian survei dapat dihitung dengan cara 5-10 dikalikan jumlah indikator variabel
Copyrights © 2019