Cuko pempek merupakan saus pelengkap saat menikmati produk pempek khas kota palembang, Sumatera Selatan. Namun, cuko pempek tidak praktis untuk dipasarkan dan memiliki umur simpan yang relatif pempek karena berwujud cairan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi rasio gula semut dan sukrosa terbaik dalam pembuatan cuko pempek instan. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 perlakuan rasio gula semut dan gula pasir masing-masing yaitu 60% : 20% (C1), 50%: 30% (C2), 40%:40 % (C3), 30%: 50% (C4) dan 20%: 60% (C5) dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi viskositas dan kecepatan larut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan rasio gula semut dan gula pasir berpengaruh sangat nyata terhadap kekentalan dan kecepatan larut cuko pempek instan. Perlakuan C3 merupakan formulasi terbaik dan menghasilkan cuko pempek paling kental dengan nilai viskositas tertinggi, yakni sebesar 2.923 cPs dan kecepatan larut mencapai 9.50 detik.
Copyrights © 2022