Air proses memiliki peran penting dalam dunia industri petrokimia sebagai pembangkit steam dan proses pendinginan. Air proses dihasilkan dari unit utilitas sea water reverse osmosis pada unit water treatment plant. Air proses yang digunakan harus memiliki nilai TDS yang rendah. Kandungan TDS yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya Fouling dalam pembangkit steam dan proses pendinginan. Sea water reverse osmosis air laut di proses melalui Membrane Reverse osmosis berfungsi mengurangi nilai Total Disolved Solid yang terkandung dalam air laut. Kinerja Sea Water Reverse Osmosis dapat dilihat dari nilai Fluks, Koefisien Permeabilitas terhadap nilai TDS dan Salt Rejection. Metodologi yang digunakan yaitu analisa deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Nilai fluks TDS dan Salt Rejection dapat dihitung menggunakan data Logsheet SWRO. Nilai fluks suatu Membrane mempengaruhi kinerja SWRO. Fluks berbanding lurus terhadap TDS dan Berbanding terbalik dengan Salt Rejection. Koefisien permeabilitas berbanding lurus dengan TDS dan berbanding Terbalik dengan Salt Rejection. Hasil Fluks terbesar yaitu 12,623 L/m2H koefisien Permeabilitas Sebesar 4508 L/m2.H.atm dengan nilai TDS 420,88 mg/L dan salt rejection sebesar 97,844 %. Fluks berbanding lurus dengan koefisien permeabilitas.
Copyrights © 2023