Lebih dari setengah penduduk Indonesia merupakan pengguna media sosial secara aktif pada kala dua tahun terakhir. Seiring dengan kemudahan teknologi yang ditawarkan para penyedia aplikasi, media sosial juga memiliki dampak buruk seperti mendorong arus cyberbullying, penyebaran hoax, ujaran kebencian, konten pornografi dan scamming. Di tengah hiruk pikuk pengaruh buruk media sosial berdasar kebebasan aturan aplikasi bagi para pengguna, peranan agama sangat dibutuhkan sebagai alat kontrol sosial. Sebuah aplikasi baru bernama Mosfeed hadir menyediakan berbagai kebutuhan sosial berbasis agama. Penelitian ini menjelaskan tentang seluk beluk aplikasi Mosfeed dengan pendekatan teori komunikasi digital menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan jenis penelitian lapangan. Pada penelitian ini ditemukan bahwa aplikasi Mosfeed telah mencakup tiga metode dakwah antara lain dakwah bil lisan, dakwah bil qalam dan dakwah bil hal. Dari aspek komunikasi aplikasi Mosfeed menggunakan pendekatan komunikasi kelompok (group communication), komunikasi massa (mass communication) dan komunikasi organisasi (organization communication).
Copyrights © 2023