Dakwah dalam berbagai dimensinya, tengah dihadapkan pada tantangan baru dalam mejalankan perannya sebagai upaya mengajak dan merubah manusia dari satu kondisi yang buruk dan menyimpang dari nilai-nilai agama kepada tauhidullah. Hadirnya masyarakat informasi yang cenderung buta media, menuntut pelaku dakwah merubah paradigma masyarakat menjadi literet (melek media). Tersebarnya berita bohong atau hoax, tidak hanya menggiring masyarakat menjadi konsumtif, lebih dari itu, hoax telah menjauhkan setiap individu masyarakat jejaring dari hak fitrahnya mendapat informasi dan ajaran yang benar, bahkan “liyudhilla ‘an sabilillah” (menyesatkannya dari jalan Allah). Dalam konteks ini, slahasatu peran dakwah adalah melawan hoax dan merubah masyarakat (umat) dari buta media menjadi melek media. Pada kondisi ini pula, pelaku dakwah dituntut memiliki kemampuan serta mensosialisasikan litersia media. Pengetahuan literasi media ini akan mendorong mad’u (ummat) untuk selalu bersikap kritis dalam menganalisa pesan dan bias berita, pada program-program yang ada dalam media massa dan media sosial. Sehingga dapat terwujudnya “good citizentz” atau warga yang baik (khoiru ummah).
Copyrights © 2023