p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JISSC DIKSI
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dakwah Inklusif Kontemporer Nurcholis Madjid Yuda Nur Suherman; Hendi Rustandi
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 2 No. 01 (2023): JISSC-DIKSI Februari 2023
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v2i01.179

Abstract

Persona Nurcholish Madjid sangat penting dalam wacana Islam inklusif. Tulisan-tulisannya memiliki kecenderungan kuat untuk mempromosikan Islam sebagai agama inklusif. Artikel ini berfokus pada entitas dakwah inklusif yang digagas oleh Nurcholish Madjid dan kepentingannya dalam konteks keagamaan. Kajian ini menelaah dakwah inklusif yang berkembang dari gagasan Nurcholish Madjid dan merupakan salah satu inisiatif yang diambil untuk menyebarkan dakwah Islam sekaligus menjadi sumber untuk menggunakan dakwah Islam dalam praktiknya. Dalam penelitian ini metode yang dipergunakan yaitu deskritif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan saintifik dakwah dan penelitian kepustakaan. Untuk melakukan penelitian, perlu mengkaji ide-ide yang diungkapkan subjek (Nurholish Madjid) dalam banyak literatur, termasuk buku, jurnal, dokumen, dan sumber ilmiah lain yang terkait erat. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa dakwah inklusif seperti yang dilakukan Nurholish Madjid diperlukan dalam masyarakat majemuk di Indonesia. Kemajuan di berbagai bidang mendorong penyebaran dakwah inklusif ini, sekaligus menunjukkan bahwa masalah-masalah kemasyarakatan seperti ekstremisme, eksklusivitas, dan fundamentalisme harus disikapi dan disikapi dengan bijak. Alhasil, dakwah inklusif ini bisa menjadi pengantar Islam yang rahmatan lil alamin.
Dakwah Melawan Hoax: Dari Mabuk Media Ke Melek Media Hendi Rustandi
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 2 No. 01 (2023): JISSC-DIKSI Februari 2023
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v2i01.187

Abstract

Dakwah dalam berbagai dimensinya, tengah dihadapkan pada tantangan baru dalam mejalankan perannya sebagai upaya mengajak dan merubah manusia dari satu kondisi yang buruk dan menyimpang dari nilai-nilai agama kepada tauhidullah. Hadirnya masyarakat informasi yang cenderung buta media, menuntut pelaku dakwah merubah paradigma masyarakat menjadi literet (melek media). Tersebarnya berita bohong atau hoax, tidak hanya menggiring masyarakat menjadi konsumtif, lebih dari itu, hoax telah menjauhkan setiap individu masyarakat jejaring dari hak fitrahnya mendapat informasi dan ajaran yang benar, bahkan “liyudhilla ‘an sabilillah” (menyesatkannya dari jalan Allah). Dalam konteks ini, slahasatu peran dakwah adalah melawan hoax dan merubah masyarakat (umat) dari buta media menjadi melek media. Pada kondisi ini pula, pelaku dakwah dituntut memiliki kemampuan serta mensosialisasikan litersia media. Pengetahuan literasi media ini akan mendorong mad’u (ummat) untuk selalu bersikap kritis dalam menganalisa pesan dan bias berita, pada program-program yang ada dalam media massa dan media sosial. Sehingga dapat terwujudnya “good citizentz” atau warga yang baik (khoiru ummah).