Di seluruh dunia, kanker serviks sebagian besar terdeteksi pada stadium akhir, sehingga umumnya disebut penyakit bisu. Serviks uterus adalah bagian terendah dari rahim wanita. Sebagian besar terus terletak di panggul, tetapi bagian dari serviks terletak di vagina, di mana ia menghubungkan rahim dengan vagina. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel serviks berubah dengan cara yang mengarah pada pertumbuhan abnormal dan invasi jaringan atau organ tubuh lainnya. Seperti semua kanker, kanker leher rahim jauh lebih mungkin untuk disembuhkan jika terdeteksi dini dan segera diobati. Salah satu fitur kunci dari kanker serviks adalah perkembangannya yang lambat dari jaringan serviks yang normal, menjadi perubahan prakanker (atau displastik) dalam jaringan, untuk kanker invasif. Kemajuan yang lambat melalui berbagai perubahan prekanker sangat penting karena memberikan peluang untuk pencegahan dan deteksi dini serta pengobatan. Kanker invasif berarti kanker mempengaruhi jaringan serviks yang lebih dalam dan mungkin telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Penyebaran ini disebut metastasis. Kanker serviks tidak selalu menyebar, tetapi kanker yang paling sering menyebar ke paru-paru, hati, kandung kemih, vagina, dan / atau dubur. Kanker invasif dengan cara ini bisa menyebabkan kematian. Tinjauan literatur ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman tentang kanker serviks yang diharapkan berdampak pada peningkatan layanan kesehatan khususnya peningkatan tingkat pengetahuan tentang kanker serviks dan pencegahannya pada tahap awal untuk mengurangi kejadian kanker serviks dan kematian karena kanker serviks, khususnya di Indonesia.
Copyrights © 2021