Tantangan ekonomi global terutama di Asia sudah cukup mengundang respon beberapa pelaku terutama di bidang pendidikan Islam khususnya di pondok pesantren. Pendidikan kewirusahaan menjadi sesuatu yang mendesak di samping pengetahuan Islam itu sendiri. Para siswa dipersiapkan tidak hanya untuk menjadi ilmuwan Islam tetapi juga menjadi wirausaha yang mampu bertahan dalam persaingan global di bidang ekonomi. Pesantren ini dapat melengkapi kurikulum dengan berbagai kegiatan wirausaha seperti perdagangan, bertani, menggiring ikan, menggembala sapi, menggembala kambing, dan industri rumahan. Ini adalah sistem pendidikan yang selama ini tidak biasa ditemukan pada sekolah berasrama termasuk pendidikan Islam di Indonesia. Pemberdayaan ini bertujuan untuk mewujudkan jiwa kewirusahaan pada santri melalui ekonomi kreatif dalam menghadapi ekonomi global, pemberdayaan santri ini dilakukan dengan melalui pendekatan ABCD (Asset Base Community Development) dengan beberapa tahapan antara lain : Preparing, Discovery, Dream, Define, Design, dan Destiny. Adapun langkah-langkah pelatihan tentang kewirusahaan melalui praktek pembuatan snack, pengemasan, re-branding serta penjualan. Pelatihan ini menghasilkan beberapa makanan ringan yang dikemas dengan beberapa model kemasan sesuai target pasar.
Copyrights © 2021