Masalah ASI eksklusif yang dihadapi sekarang ini adalah semakin menurunnya cakupan pemberian ASI eksklusif di Negara Indonesia, terutama pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan sebesar 30,2% sedangkan target pencapaian ASI eksklusif Nasional yaitu sebesar 80%. ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Penyebab umum kegagalan pemberian ASI eksklusif adalah minimnya pengetahuan ilmu ibu tentang ASI eksklusif dan menyusui, ibu bekerja, tidak ada dukungan dari keluarga, tekhnik menyusui yang tidak tepat dan mitos ASI encer tidak baik untuk bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional dimana pengolahan data menggunakan analisis Univariat, sumber data diperoleh dari data Primer dan Sekunder. Pengambilan data dilakukan pada Juni 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling dengan jumlah sampel 34 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang tidak memberikan ASI eksklusif (70,59%) adalah yang berumur 20 – 35 Tahun yaitu sebanyak (67,65%), yang sebagian besarnya adalah multigravida sebanyak (64,7%) dan sebagian besar berpendidikan tinggi sebanyak (70,59%) serta sebagian besar berstatus pekerjaan IRT sebanyak (91,18%). Masih rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif, maka diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk lebih meningkatkan cakuan pemberian ASI eksklusif dan dapat memberikan informasi kepada ibu menyusui tentang manfaat dan kandungan ASI serta lebih mempromosikan kembali ASI eksklusif.
Copyrights © 2022