Latar Belakang: Mioma uteri adalah neoplasma jinak otot polos yang berasal dari otot uterus, dalam kepustakaan dikenal juga istilah fibromioma, leiomioma, ataupun fibroid. Mioma uteri adalah tumor panggul yang paling umum terjadi pada wanita. Insiden mioma uteri di dunia sekitar 20-‐35% dan di Indonesia mioma ditemukan 2,39-‐11,7%. Faktor resiko mioma uteri adalah umur, riwayat keluarga, etnik, berat badan, diet, dan paritas. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dengan kejadian mioma uteri di Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain potong lintang untuk mengumpulkan data dari 94 rekam medis pasien dengan mioma uteri di instalasi rekam medis Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi. Pengambilan sampel dengan metode consecutive sampling dan didapat 47 pasien dengan mioma uteri dan 47 tidak. Teknik analisis yang dilakukan adalah uji statistik Chi Square. Hasil: Didapatkan bahwa wanita multipara mengalami penurunan resiko bila dibandingkan dengan wanita nullipara. Miom uteri paling banyak didapatkan pada wanita umur 41-‐50 tahun yaitu 23,4%. Tipe mioma uteri yang banyak ditemukan di Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi adalah intramural yaitu 53,2%. Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian mioma uteri (p=0,001) tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan kejadian mioma uteri (p=0,953). Kesimpulan: Wanita dengan umur 41-‐50 tahun dan nullipara beresiko mioma uteri. Tipe mioma uteri yang paling sering ditemukan di Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi adalah intramural.
Copyrights © 2022