Produktivitas bawang merah nasional masih di bawah potensi hasil yang diharapkan. Tidak optimalnya produktivitas bawang merah disebabkan interferensi gulma. Interferensi gulma dapat menjadi penyebab kehilangan hasil pada proses budidaya karena adanya kompetisi dan dampak dari alelopati. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak interferensi gulma terhadap kualitas dan hasil bawang bawang merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga blok sebagai ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah pengendalian gulma dan tanpa pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan pengendalian gulma pada lahan pertanian menyebabkan perubahan kelimpahan dan keragaman komunitas gulma. Pengendalian gulma pada saat 3 dan 6 minggu setelah tanam (mst) menyebabkan perbedaan kelimpahan gulma dan perubahan dominasi gulma yaitu dari rumputan menjadi daun lebar yang terjadi pada pengamatan 6 mst dan 9 mst. Kelimpahan dan dominansi gulma berdampak pada penurunan diameter umbi, bobot segar umbi dan bobot umbi bawang merah kering jemur (susut bobot). Pengendalian gulma pada lahan pertanian dapat mencegah kehilangan hasil bawang merah dengan rerata 3 ton/ha dibandingkan lahan tanpa pengendalian.
Copyrights © 2023