Catur Warna di dalam konsep Hindu seringkali disalahtafsirkan dengan istilah kasta pada masyarakat. Merujuk pada sumbernya, Catur Warna merupakan sebuah konsep penggolongan masyarakat yang didasarkan pada sifat (guna) dan karma manusia. Kajian ini berupaya menguraikan prinsip-prinsip penentuan Catur Warna dalam perspektif humanisme religius. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan ialah teks-teks pada naskah Sêrat Bhagawad Gita dan Kitab Sārasamuccaya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca catat purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif disertai validitas triangulasi dan reliabilitas stabilitas. Hasil kajian ini menyimpulkan bawah sistem Catur Warna merupakan salah satu contoh aplikasi dari pandangan filsafat humanisme religius. Hal tersebut didukung dengan kebebasan memilih kelompok (kasta) yang diinginkan sepanjang dalam pelaksanaan kewajiban disesuaikan dengan guna dan karma yang melekat padanya. Humanisme religius dalam hal ini menjadi pedoman yang kuat untuk mengurai permasalahan kasta di dalam masyarakat yang selama ini dimaknai sebagai sistem stratifikasi sosial yang bersifat vertikal.Religious humanism in the concept of catur warna Catur Warna in the Hindu concept is often misinterpreted with the term caste in society. Referring to the source, Catur Warna is a concept of classifying society based on human nature (guna) and karma. This study attempts to describe the principles of determining Catur Warna from the perspective of religious humanism. The research method used is descriptive qualitative. The data sources used are the texts of the Sêrat Bhagawad Gita and the Sārasamuccaya Book. Data collection was carried out using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out using descriptive analysis with triangulation validity and stability reliability. The results of this study conclude that the Catur Warna system is one example of the application of the philosophical view of religious humanism. This is supported by the freedom to choose the desired group (caste) as long as the implementation of obligations is adjusted to the use and karma attached to it. Religious humanism in this case is a strong guideline to unravel the caste problem in society which has been interpreted as a vertical system of social stratification.Keywords: caste, catur warna, religious humanism
Copyrights © 2023