Latar Belakang : Pengasuhan terdiri dari dua kata, yaitu keteladanan dan masa kanak-kanak. Seperti yang ditunjukkan oleh referensi kata kolosal bahasa Indonesia (2008: 1088) dalam Agustiawati (2014: 10), berpendapat bahwasanya "Pola adalah model, sistem, atau cara kerja" Pelatihan adalah kamus besar bahasa Indonesia yang "menerima, memelihara, mendidik, membimbing, membantu, melatih, dll." (2008: 96) dalam Agustiawati (2014: 10).Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif desain studi korelasi dengan metode cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 98 orang dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistic.Hasil : Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa dari 98 responden penelitian, sebagian besar memiliki karakteristik berumur 17 tahun yaitu sebanyak 93 responden dengan presentase (94.9%) dan yang paling sedikit berumur 16 yaitu 3 dengan presentase (3.1%). Jenis kelamin siswa/siswi kelas 12 di Sma N 1 Dempet dengan jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 52 responden dengan persentase (53.1%) dan responden perempuan sebanyak 46 responden dengan persentase (46.9%)Simpulan : Hasil analisa uji Sommers’d menunjukan p = 0,000 ( sig < 0,05 ) yang bermakna bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua terhadap perilaku kekerasan pada remaja
Copyrights © 2022