agriTECH
Vol 43, No 2 (2023)

Fermentasi Sari Koro Pedang Putih (Canavalia ensiformis (L.) DC.) dengan Penambahan Sukrosa dan Susu Skim

Fajarika Alimahana (Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281)
Indah Kartika (Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281)
Anisa Wahyu Utami (Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281)
Muhammad Nur Cahyanto (Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281)
Tyas Utami (Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2023

Abstract

Koro pedang putih merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang kurang dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu usaha yang dilakukan adalah fermentasi sari koro pedang putih oleh bakteri asam laktat. Namun jenis karbohidrat pada sari koro pedang putih berbeda dengan pada susu sapi, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri asam laktat dan aktivitasnya. Oleh karenanya perlu dipelajari kemampuan kultur starter bakteri asam laktat untuk tumbuh dan menghasilkan asam pada sari koro pedang putih dan pengaruhnya bila ditambahkan sukrosa dan skim sebagai sumber karbon. Dua kultur bakteri asam laktat yang diisolasi dari air rendaman koro kratok yaitu Lactobacillus plantarum WGK4 dan Lactobacillus paracasei WGK5 masing-masing diinokulasikan ke dalam sari koro pedang putih. Isolat tersebut juga diinokulasikan ke dalam sari koro pedang putih yang ditambah dengan sukrosa (2-10%), susu skim (2-10%) serta kombinasi sukrosa dan susu skim yang diinkubasi pada suhu 37 °C selama 24 jam. Pada awal dan akhir fermentasi diukur jumlah sel, asam tertitrasi dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua isolat tersebut dapat tumbuh baik pada sari koro pedang putih, dan menghasilkan asam. Penambahan 2% sukrosa ataupun 2% susu skim meningkatkan secara nyata produksi asamnya. Penambahan sukrosa menyebabkan pH sari koro pedang fermentasi turun sampai 3,7-4,0, sedang pada penambahan susu skim pHnya hanya turun sampai 4,2-4,8. Fermentasi sari koro pedang putih dengan kombinasi penambahan 4% susu skim dan 8% sukrosa menghasikan jumlah sel, pH dan kadar asam tertitrasinya sebesar 9,10 log CFU/mL, 4,14-4,30 dan 1,19-1,26. Setelah penyimpanan 14 hari pada suhu 4 °C, jumlah sel relatif tetap, namun terjadi sedikit penurunan pH.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

agritech

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Agritech with registered number ISSN 0216-0455 (print) and ISSN 2527-3825 (online) is a scientific journal that publishes the results of research in the field of food and agricultural product technology, agricultural and bio-system engineering, and agroindustrial technology. This journal is ...