agriTECH
Vol 43, No 2 (2023)

Keefektifan “ProKlim” dalam Pengendalian Longsor Secara Vegetatif di Kampung Iklim Desa Sambak, Kajoran, Magelang

Erny Wibawanti (Program Studi Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana, Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Jl. Teknika Utara, Yogyakarta 55284)
Junun Sartohadi (Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281)
Ngadisih Ngadisih (Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281)
Anggri Setiawan (Departemen Geografi dan Ilmu Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Jl. Kaliurang, Sekip Utara, Bulaksumur, Yogyakarta 55281)
Djati Mardiatno (Departemen Geografi dan Ilmu Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Jl. Kaliurang, Sekip Utara, Bulaksumur, Yogyakarta 55281)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2023

Abstract

Partisipasi masyarakat Desa Sambak dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim telah diapresiasi dalam bentuk penghargaan ProKlim. Desa Sambak terletak pada zona transisi Gunung Api Sumbing dan Pegunungan Menoreh sehingga rawan terhadap bencana erosi, longsor dan kekeringan. Penelitian ini berfokus untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan ProKlim dalam pengendalian longsor secara vegetatif. Identifikasi sebaran longsor dilakukan dengan metode interpretasi visual foto udara dilanjutkan pemeriksaan lapangan yang digunakan untuk membangun peta kerawanan longsor menggunakan metode frekuensi rasio. Identifikasi lokasi pengendalian longsor secara vegetative dilakukan dengan partisipasi masyarakat dan dilanjutkan delineasi foto udara secara visual. Pola spasial distribusi longsor dan mitigasi longsor secara vegetatif ditentukan dengan metode analisis tetangga terdekat. Analisis keefektifan  ProKlim ditekankan pada identifikasi letak pengendalian longsor melalui kegiatan penanaman pada wilayah rawan longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penanaman yang dilakukan belum ditempatkan pada zona rawan longsor sehingga mitigasi longsor kurang efektif. Kesimpulan diperoleh dari  42 kejadian  longsor di wilayah kajian didominasi pada: kelerengan 15-25° dan 8-15°; tutupan lahan pertanian lahan kering, semak, dan tanah terbuka; arah hadap lereng tenggara dan timur; profil kurvatur (+) dan (-); jarak dengan jalan 100-200 m dan 200-300 m; dan jarak dengan sungai < 150 m. Dengan nilai AUC (Area under the ROC Curve), validasi model kerawanan sebesar 0,66. Pada sebaran penanaman dalam konteks pengendalian longsor secara vegetatif terdapat pada tutupan lahan kebun campur dan hutan kering sekunder. Pola spasial longsor dan pengendalian longsor secara vegetatif memiliki pola random.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

agritech

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Agritech with registered number ISSN 0216-0455 (print) and ISSN 2527-3825 (online) is a scientific journal that publishes the results of research in the field of food and agricultural product technology, agricultural and bio-system engineering, and agroindustrial technology. This journal is ...