Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan dan menetapkan mitigasi bencana tanah longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ujung Loe Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di DAS Ujung Loe Provinsi Sulawesi Selatan di 35 desa/kelurahan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kerawanan tanah longsor dengan semua parameter ditumpangsusunkan (overlay). Data primer dikumpulkan melalui teknik survey dan deskriptif kuantitatif. Data sekunder dikumpulkan dari instansi terkait. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan software ArcGIS. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) DAS Ujung Loe Provinsi Sulawesi Selatan telah terjadi alihfungsi lahan dan terjadi kerawanan tanah longsor; 2) Tingkat kategori: tidak rawan 1,94%, sedikit rawan 45,84%, agak rawan 50,64% dan rawan 1,59% dengan total nilai tertimbang sebesar 1.313,60; 3) Pelaksanaan mitigasi bencana tanah longsor yang direkomendasikan memperlihatkan penurunan besarnya tingkat kerawanan tanah longsor pada setiap skenario, yakni: skenario pertama 1.349,20 skenario kedua 1.214,40 skenario ketiga 1.136,60 dan skenario keempat 1.115,00. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka upaya mitigasi bencana tanah longsor yang dapat dilakukan untuk menekan semakin bertambahnya tingkat kerawanan tanah longsor adalah: 1). Perlu dilakukan perubahan penggunaan lahan; 2). Pelaksanaan mitigasi bencana tanah longsor dengan sistem teknik sipil dan vegetatif/bioengineering secara cepat dan tepat; 3). Diperlukan keterlibatan pemerintah, swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana tanah longsor di DAS Ujung Loe Provinsi Sulawesi Selatan..Kata Kunci: Tanah Longsor, mitigasi bencana, GIS
Copyrights © 2022