ditinjau dari ekonomi Islam serta komparatif proses produksi tempe home industry Bapak Saiful dan Bapak Bambang di Desa Pait Kecamatan Siwalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian didapat bahwa proses produksi tempe milik Bapak Saiful dan Bapak Bambang sudah sesuai dengan ketentuan dalam memproduksi tempe bahkan proses perebusan dilakukan dua kali agar tempe mampu bertahan lebih lama. Tinjauan ekonomi Islam terhadap proses produksi tempe yaitu home industry milik Bapak Saiful dan Bapak Bambang sudah dijalankan dengan baik dan sejalan dengan prinsip-prinsip produksi dalam Islam, home industry milik Bapak Saiful dan Bapak Bambang pada proses pembuangan limbah yang tidak memperhatikan lingkungan sekitar sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Dari segi produksi tempe, pada saat proses perebusan hanya dilakukan dua kali sehingga tempe yang dihasilkan mampu bertahan hingga 2-3 hari. Dari segi waktu kerja, karyawan bekerja hingga larut malam. Dan dari segi pembuangan limbah sisa proses produksi tempe dibuang begitu saja tanpa ada penanganan terlebih dahulusehingga mencemari lingkungan.
Copyrights © 2022