Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi desa Wringinagung yang memiliki lahan pertanian seluas 699 Ha dalam pengadaan bahan baku kedelai dan mengidentifikasi faktor yang menyebabkan desa Wringinagung tidak dapat memenuhi kebutuhan kedelai secara mandiri untuk home industri tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal (kekuatan dan kelemahan) yang mempengaruhi peningkatan produksi kedelai di desa Wringinagung adalah bantuan modal, fungsi kelembagaan, pemberian subsidi, pelatihan dan kebijakan harga, sedangkan faktor eksternalnya (peluang dan ancaman) adalah harga kedelai, ketersediaan modal petani, serangan hama, luas lahan, pengalaman bertani kedelai, penggunaan sarana produksi, tingkat adopsi teknologi, permintaan kedelai dan sarana prasarana. Untuk mengoptimalkan kekuatan dan peluang serta mengatasi kelemahan dan ancaman dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan bantuan modal (kekuatan) yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten kabupaten Jember dan ketersediaan modal petani (peluang) sehingga produktivitas kedelai dapat meningkat. Produktivitas yang meningkat akan menurunkan biaya rata-rata, dengan demikian harga kedelai yang relatif rendah masih memberikan keuntungan kepada petani dan mampu menekan biaya produksi tahu di desa Wringinagung. Dengan demikian kebijakan harga yang tidak efektif (kelemahan) dan keterbatasan bahan baku kedelai (ancaman) dapat diatasi
Copyrights © 2022