Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia berdampak pada tren tanaman hias di kalangan masyarakat. Jual-beli tanaman hias selama pandemi menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini tentunya berdampak positif secara ekonomi maupun lingkungan. Akan tetapi, penggunaan material untuk pot, bahan kimia untuk pemeliharaan tanaman, serta limbah yang dihasilkan perlu didekati secara Life Cycle Assesment (LCA). Oleh karena itu, penelitian ini mengombinasikan metode kuantitatif dengan menggunakan data penjualan tanaman hias dan studi literatur tentang topik terkait untuk menganalisa dampak dari tren ini dari segi ekonomi maupun lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang lingkup LCA yang cocok untuk topik ini adalah cradle to grave karena dapat menggambarkan dampak dari sekumpulan kegiatan dalam budidaya dan jual beli tanaman hias terhadap lingkungan dan kondisi kesehatan makhluk hidup. Berdasarkan hasil tinjauan LCA, tren tanaman hias ini berdampak positif untuk pelestarian biodiversitas tanaman dan produksi oksigen. Akan tetapi, agar tren ini dapat bertahan lama dan mampu menunjang kegiatan ekonomi, bisnis jual beli tanaman hias harus dilakukan dengan berorientasi terhadap lingkungan untuk meminimalisir dampak negatif yang terjadi.
Copyrights © 2022