Sektor pertanian merupakan penyokong perekonomian dan pembangunan Indonesia. Indonesia sebagai negara agraris mempunyai potensi untuk mengembangkan sektor pertanian menjadi lebih maju. Dalam proses pengembangannya juga perlu memerhatikan aspek sosio-ekonomi agar produksi pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh indikator sosio-ekonomi dan perubahan temperatur terhadap tingkat produksi pertanian di Indonesia. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Food and Agriculture Organization (FAO) untuk periode 2001S1 – 2019S2. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sosio-ekonomi dan perubahan temperatur berpengaruh terhadap produksi pertanian di Indonesia. Namun, ketika terjadi guncangan pada perubahan temperatur dibutuhkan kebijakan yang lebih lanjut agar produksi pertanian tidak mengalami penurunan. Kondisi ini dibutuhkan karena guncangan pada pangsa dan kredit pertanian tidak berdampak terlalu besar pada produksi jika dibandingkan dengan perubahan temperatur. Koordinasi antar beberapa pihak mulai dari petani sampai pihak pemerintah diperlukan agar produksi pertanian dapat tercapai sesuai dengan target yang diinginkan.
Copyrights © 2022