Teman sebaya merupakan salah satu faktor dalam pembentukan kepribadian seseorang, karena dalam lingkungan pertemanan, terdapat hubungan timbal balik antara anggota kelompok pertemanan tersebut, dimana mereka saling memengaruhi, mengubah, atau bahkan memperbaiki sikap satu sama lain, begitu pun dalam membentuk kepribadian Islam. Sementara itu, pada usia menginjak dewasa muda (18-23 tahun) kepribadian seseorang sudah mulai terbentuk dan menuju arah konsistensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah teman sebaya berperan dalam membentuk kepribadian Islam, terutama pada seseorang yang sedang menginjak usia dewasa muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah responden setuju bahwa teman sebaya memiliki dampak terhadap kepribadian Islam seseorang. Teman sebaya dapat membawa dampak baik maupun buruk terhadap seseorang tergantung kepada individunya, ketika seorang individu telah memiliki pendirian yang kuat dalam keislaman, maka ia cenderung tidak akan terbawa pergaulan buruk, begitu pun sebaliknya. Tetapi, dalam suatu pertemanan, mereka tetap saling mengajak terhadap kebaikan, dan saling mengingatkan untuk menjauhi keburukan.
Copyrights © 2023