Prevalensi hipertensi di Indonesia adalah sebesar 34,11%, dengan salah satu faktor risikonya adalah lansia. Namun saat ini hipertensi juga mulai bergeser ke usia muda termasuk usia remaja, dan salah satu faktor risiko hipertensi di usia remaja adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan Indeks Massa Tubuh dan kejadian hipertensi pada remaja dengan mengambil data skrining vaksinasi Covid-19 KKP Bandung tahun 2021. Rancangan penelitian adalah cross sectional dengan variabel independen adalah indeks massa tubuh sedangkan variabel dependen adalah hipertensi. Variabel kovariat yaitu: usia, jenis kelamin, dan dosis vaksinasi yang akan diterima (terkait kecemasan). Sampel penelitian adalah total sampel yaitu responden berusia 10-19 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 1.630 responden. Analisis bivariat menggunakan uji chi square, sedangkan analisis multivariat menggunakan uji regresi cox. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 15,83% remaja mengalami hipertensi. Indeks massa tubuh berhubungan dengan terjadinya hipertensi pada remaja. Remaja kategori gemuk memiliki risiko hipertensi sebesar 2,082 kali dibandingkan remaja yang tidak gemuk (p = 0,000; PR = 2,082; 95% CI = 1,574 - 2,754). Disarankan selain melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur sebagai upaya kontrol, faktor risiko hipertensi pada remaja dapat dikurangi dengan menjaga IMT tetap pada kategori normal dengan menerapkan pola hidup sehat.
Copyrights © 2023