Material agregat termasuk jenis SDA tidak bisa diperbarui, apabila digunakan dalam jangka waktu lama tanpa pembaharuan maka ketersediaannya di alam akan berkurang. Oleh karenanya perlu adanya bahan pengganti yakni limbah batu marmer. Penelitian dilakukan bertujuan guna mengetahui pengaruh bahan tambah limbah marmer sebagai filler pada campuran beton aspal terhadap pengujian Modulus Resilien. Kadar aspal rencana yang digunakan yaitu 4,5%, 5,0%, 5,5%, 6,0%, dan 6,5%. Uji awal yang akan dilakukan dengan alat Marshall Test guna mendapat kadar aspal optimum (KAO). Lalu dilanjutkan dengan uji yang mempergunakan alat Indirect Tensile Strenght. Penggunaan KAO sebesar 5,9% dengan kadar filler 0,0%,0,25%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 2,0%. Hasil uji kuat tarik tidak lansung, nilai modulus resilien untuk campuran aspal beton menggunakan variasi kadar marmer 1,0% yang paling baik digunakan karna mempunyai nilai regangan yang paling baik, dimana pada saat regangannya menurun modulus resilien akan semakin kaku dan benda uji akan mulai mengalami retak atau keruntuhan.
Copyrights © 2019