pada kawasan yang lazimnya berupa dua jalan atau lebih kemudian membentuk cabang atau disebut juga dengan mata jalan, terliput pemfasilitasan pinggir jalan dan berpengaruh terhadap mobilitas lalu lintas. Tundaan, kapasitas, peluang antrean, dan derajat kejenuhan menjadi standardisasi penilaian kinerja sebuah simpang tak bersinyal. Menampilkan besaran perhitungan derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrean pada simpang Jl. Batara Bira – Jl. Daeng Ramang – Jl. Perintis Kemerdekaan menjadi tujuan pada penelitian ini. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap tata kelola dan rekayasa lalu lintas pada simpang Jl. Batara Bira – Jl. Daeng Ramang – Jl. Perintis Kemerdekaan. Analisis tersebut memperlihatkan derajat kejenuhan (DS) pada kondisi awal senilai 0,792 yang artinya berada di bawah DS sesuai ketetapan MKJI 1997 yang bernilai 0,85. Diperkirakan arus lalu lintas pada simpang tak bersinyal untuk tahun – tahun berikutnya semakin besar, sehingga perlu dilakukan rekayasa pada simpang bersinyal dalam memprediksi kondisi arus lalu lintas di masa kelak.
Copyrights © 2019