Lambang Basri Said
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UMI

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Nilai Arus Jenuh pada Pendekat Simpang dengan dan atau Tanpa Ruang Henti Khusus (Studi Kasus Jl. AP.Pettarani - Jl. Hertasning dan Jl. AP.Pettarani - Jl. Boulevard Makassar) Lambang Basri Said; Gilang Pamungkas W; Andi Ainun Niza
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil Macca Februari 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.684 KB) | DOI: 10.33096/jtsm.v4i1.365

Abstract

Kemacetan sering terjadi di persimpangan disebabkan lalulintas yang kurang teratur ataupun para pengguna jalan yang tidak sabar dan tergesa-gesa. Ruang Henti Khusus (RHK) diharapkan dapat memperbaiki kinerja persimpangan bersinyal menjadi lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai arus jenuh dan penerapan RHK pada persimpangan ruas Jl. AP. Pettarani - Jl. Hertasning dan Jl. AP. Pettarani - Jl. Boulevard. Pengambilan data ini dilakukan selama 2 hari, yaitu pada hari senin mewakili hari sibuk dan hari sabtu mewakili hari libur dengan jumlah surveyor 18 orang, setelah semua didapat kemudian dianalisa. Pada Jl. AP.Pettarani - Jl. Hertasning dan Jl. AP. Pettarani - Jl. Boulevard telah terjadi perbandingan kapasitas jalan, pengurangan volume sepeda motor pada RHK yang mengakibatkan kurangnya efektivitas penerapan RHK pada simpang Jl. AP.Pettarani - Jl. Hertasning, dari hasil analisis seharusnya ada sosialisasi tentang penggunaan RHK dikarenakan sudah tersedianya lahan RHK yang disediakan oleh Pemerintah Kota Makassar.
Analisis Simpang Tak Bersinyal dengan Menggunakan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (Studi Kasus Jl. Batara Bira dan Jl. Daeng Ramang) Lambang Basri Said; Radil Chairi
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil Macca Juni 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.794 KB) | DOI: 10.33096/jtsm.v4i2.373

Abstract

pada kawasan yang lazimnya berupa dua jalan atau lebih kemudian membentuk cabang atau disebut juga dengan mata jalan, terliput pemfasilitasan pinggir jalan dan berpengaruh terhadap mobilitas lalu lintas. Tundaan, kapasitas, peluang antrean, dan derajat kejenuhan menjadi standardisasi penilaian kinerja sebuah simpang tak bersinyal. Menampilkan besaran perhitungan derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrean pada simpang Jl. Batara Bira – Jl. Daeng Ramang – Jl. Perintis Kemerdekaan menjadi tujuan pada penelitian ini. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap tata kelola dan rekayasa lalu lintas pada simpang Jl. Batara Bira – Jl. Daeng Ramang – Jl. Perintis Kemerdekaan. Analisis tersebut memperlihatkan derajat kejenuhan (DS) pada kondisi awal senilai 0,792 yang artinya berada di bawah DS sesuai ketetapan MKJI 1997 yang bernilai 0,85. Diperkirakan arus lalu lintas pada simpang tak bersinyal untuk tahun – tahun berikutnya semakin besar, sehingga perlu dilakukan rekayasa pada simpang bersinyal dalam memprediksi kondisi arus lalu lintas di masa kelak.
Analisa Faktor yang Berpengaruh dalam Peminatan Masyarakat Memilih BRT (Kasus Kota Makassar) Lambang Basri Said; Akhmad Rosyadi
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol 4 No 3 (2019): Jurnal Teknik Sipil Macca Oktober 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.854 KB) | DOI: 10.33096/jtsm.v4i3.376

Abstract

Mengetahui tingkat peminatan masyarakat merupakan tujuan dari penelitian ini menggunakan BRT Kota Makassar sekaligus mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh di dalamnya. Metode kualitatif digunakan dengan membagikan kuisioner kepada responden. Sampel yang digunakan adalah penumpang BRT kooridor 3 kota Makassar. Data yang diperoleh dari survey diolah menggunakan SPSS. Faktor-faktor yang ditinjau antara lain keamanan, kenyamanan, kinerja, dan pelayanan. Dari keempat faktor tersebut, ditemukanlah tingkat peminatan secara kumulatif dan dapat diketahui faktor-faktor yang berpengaruh di dalamnya.