Artemia salina adalah salah satu pakan hidup yang sejauh ini paling banyak digunakan dalam budidaya perikanan. Saat ini kebutuhan artemia di Indonesia sangat meningkat akan tetapi Indonesia masih mengandalkan produk artemia impor, dikarenakan artemia lokal memiliki kualitas yang kurang baik dibandingkan artemia impor. Selama pemeliharaan, terdapat beberapa permasalahan yang terjadi selama proses pemeliharaan artemia yaitu pertumbuhan lambat, fekunditas induk dan daya tetas kista yang dihasilkan rendah dan survival rate rendah. Berdasarkan data monitoring pertumbuhan dan hasil panen, sebagian besar wadah pemeliharaan tidak mampu mencapai target produktivitas yang diinginkan dikarenakan permasalahan-permasalahan yang terjadi selama proses produksi. Dengan demikian, pentingnya usulan-usulan intervensi yang disusun bersama berdasarkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi untuk meningkatkan produktivitas pada siklus selanjutnya dan meminimalisir terjadinya kesalahan yang sama yang menyebabkan kerugian.
Copyrights © 2023