Diabetes mellitus tipe II merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah yang dapat menyebabkan banyak komplikasi. Komplikasi DM yang sering terjadi pada pasien adalah ulkus kaki, karena pada umumnya pasien tidak menyadari adanya ulkus akibat neuropati yang dialami. Ulkus kaki dapat meningkatkan kebutuhan pengobatan dan perawatan pada pasien. Namun, ulkus kaki dapat dideteksi secara dini oleh pasien secara mandiri dengan melakukan pemeriksaan berkala pada kaki pasien. Pemberian edukasi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan membuat pasien memiliki sikap yang baik dan pada akhirnya melakukan tindakan skrining yang diajarkan. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui efektivitas edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku. Penelitian kuantitatif ini dilakukan terhadap 40 responden (20 kontrol dan 20 intervensi) dengan desain kuasi eksperimen pre-test dan post-test menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian pengetahuan responden pada kelompok intervensi meningkat secara signifikan sebelum dan setelah edukasi dengan p-value 0,001, sementara tidak terjadi perbedaan pada kelompok kontrol. Perilaku responden pada kelompok intervensi meningkat secara signifikan sebelum dan setelah edukasi dengan p-value 0,046, sementara tidak terjadi perbedaan pada kelompok kontrol. Pengetahuan (p-value= 0,001) dan perilaku (p-value= 0,037) antar kelompok memiliki perbedaan secara signifikan, namun pada sikap tidak terlihat perbedaan signifikan. Perlu diberikan pendampingan untuk memaksimalkan hasil edukasi pada sikap dan perilaku. Perlu melakukan survey awal untuk kebiasaan pasien DM melakukan perawatan kaki dan alasan pasien tidak melakukannya.
Copyrights © 2023